Ads Top

Pola Hidup Sehat Ala Rasulullah (part 11)

11. Menjaga Kebersihan

Rasulullah SAW selalu tampak bersih dan rapi. Setiap hari kamis atau jumat, beliau bersiwak, memakai minyak wangi, mencukur rambut di pipi dan memotong kuku.
Beliau sangat sungguh-sungguh dalam menjaga dan merawat kebersihan anggota badannya, dari ujung rambut hingga ujung kaki.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah Saw. bersabda:
"Fitrah manusia ada lima, yaitu dikhitan (disunat), mencukur rambut kemaluan, menggunting (merapikan) kumis, memotong kuku (kuku tangan dan kaki), serta mencabuti bulu ketiak" (HR. Bukhari).


Berangkat dari sebuah pemahaman bahwa semua yang disampaikan oleh Rasulullah Saw. merupakan sebuah hal yang pasti sudah menjadi pengalaman hidup beliau, dan pasti beliau telah mengamalkannya. Artinya, beliau begitu detail dalam menjaga kebersihan setia anggota tubuhnya. Sekarang kita lihat, dari sekian banyak hadits yang menjelaskan tentang kebersihan anggota badan, hampir setiap anggota tubuh tidak pernah terlewatkan. Dalam sebuah riwayat, Rasulullah Saw. berkata kepada Abu Hurairah:
"Wahai Abu Hurairah, potonglah (perpendek) kuku-kukumu. Sesungguhnya, setan mengikat (melalui) kuku-kuku yang panjang" (HR. Ahmad).

Kata yang disebut "setan mengikat" bisa dimaknai banyak hal, bukan hanya berasal dari setan yang selalu menggoda kita. Tetapi, lebih dari itu, setan yang mengikat, ialah jika kita mempunyai kuku yang sangat panjang, selain lebih banyak mudharatnya, juga selalu memunculkan hal-hal yang tidak menyenangkan bagi empunya. Selain itu, ini menjadi timbulnya fitnah dari satu orang dengan orang lainnya. Itulah sebabnya, Rasulullah Saw. menyebut orang yang menjadikan kukunya tajam seperti setan yang mengikat.

Coba kita lihat dampaknya bagi kesehatan. Bagi orang yang tidak bisa menjaga kebersihan salah satu anggota tubuhnya, misalnya kuku, ia mempunyai risiko terserang virus yang lebih tinggi daripada orang yang menjaga kebersihannya kukunya. Sebab, ketika kita beraktivitas, seberapa banyak kita bersentuhan dengan berbagai hal yang tidak semuanya bersih, dan jika mengendap di kuku kita, maka pasti terbawa masuk ke dalam diri kita saat makan.

Begitu juga dengan hal lain, misalnya membersihkan telinga, serta membersihkan dan merapikan kumis, bukan hanya mendatangkan kesehatan yang menjadi dambaan setiap orang, melainkan membuat kita lebih percaya diri saat bergaul dengan orang lain. Selain itu, ini juga membuat kita merasa lebih nyaman. Dapat dibayangkan jika kita tidak pernah merawat dan menjaga kebersihan kumis dan membiarkannya sangat panjang. Bukan tidak mungkin kita disangka orang yang kurang waras serta label lain yang kurang baik. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi hal yang kurang baik yang akan menimpa kita, Rasulullah Saw. menganjurkan dan mengajarkan kita untuk menjaga kebersihan tubuh.

Selain hal di atas, Rasulullah Saw. juga rajin menggosok gigi. Kita mungkin sepakat bahwa siwak pada masa Rasulullah Saw. adalah menggosok gigi. Perhatian Rasulullah Saw. terhadap gigi begitu tinggi. Sebab, gigi merupakan salah media yang sangat dekat dengan partner bicara kita. Inilah yang menjadi alasan kita harus menjaga kebersihan gigi tersebut. Selain itu, gigi berada di daerah mulut, yang salah satu organ untuk mengunyah makanan. Dengan demikian, jika kita tidak memperhatikan kebersihan gigi, sama halnya kita membiarkan kotoran di dalam mulut dan gigi kita.

Salah satu hal yang sangat diperhatikan oleh Rasulullah Saw. dalam rangka menjaga kebersihan fisiknya adalah menggosok gigi dengan siwak. Tentang cara menggunakan serta teknis menggosok, setiap kita sama-sama mengerti hal tersebut, tetapi yang jauh lebih penting adalah bahwa beliau merupakan manusia yang betul-betul mengerti cara menjaga dan merawat yang dianugerahkan oleh Allah Swt.

Rasulullah Saw. selalu memperhatikan gigi beliau. Bahkan, dalam setiap menjelang shalat, beliau menjadikan siwak (sikat gigi), sunnah. Sehingga, ini menunjukkan bahwa perhatian beliau terhadap kebersihan gigi sangat tinggi. Dalam sebuah hadits, Rasulullah Saw bersabda:
"Andaikan aku tidak khawatir memberatkan umatku, pasti aku perintahkan wajib bersiwak (menggosok gigi) setiap hendak shalat." 
(HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).

Kalimat yang menarik pada hadits tersebut "maka aku perintahkan (membuatnya menjadi wajib siwak tersebut)" menunjukkan betapa Rasulullah Saw. menganggap sangat penting untuk diperhatikan, sehingga beliau hendak membuatnya menjadi wajib dalam Islam. Jadi, merawat kebersihan mulut (gigi), sangat bermanfaat bagi kesehatan. Menjaga daerah mulut seperti menjaga martabat kita sebagai manusia, karena saat kita sedang berbicara dengan orang lain, lalu mulut kita "bau" karena tidak dirawat kebersihannya, maka secara tidak langsung, seolah menempatkan diri kita seperti tubuh hewan yang tidak pernah mempunyai kesadaran untuk merawatnya.

Salah satu bentuk syukur kita yang berdampak pada kesehatan pada sebagian tubuh kita yang bernama gigi adalah menjaga dan merawatnya dengan baik, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Kita akan mendapatkan manfaat yang sangat banyak, tidak hanya sebagai amalan yang dihargai dengan pahala di hadapan Allah Swt. Meskipun Rasulullah Saw. menyatakan hukumnya sunnah, tetapi ini juga dapat membuat hidup kita lebih nyaman dan sehat. Dalam sebuah hadits, Rasulullah Saw. bersabda:
"Malaikat Jibril terus-menerus berpesan agar aku menggosok gigi (bersiwak), sehingga aku khawatir gigi-gigiku tanggal dan aku ompong tanpa gigi" 
(HR. Thahawi).

Dengan demikian, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak menjaga kebersihan gigi. Jika dinilai dari segala seginya, segala hal yang dianjurkan oleh Rasulullah Saw. selalu bermanfaat dalam dua zaman, yakni zaman jangka pendek (di dunia) dan zaman masa jangka panjang (akhirat). 

No comments:

Powered by Blogger.